Archive for the Uncategorized Category

Hack “Parking Place” Gunadarma.

2 8 M a y 0 8

Ini cerita nyata, tidak direkayasa hanya saya beri sedikit rasa agar enak dibaca.

Setelah hampir 2 tahun saya menjalani hari-hari di UG singkatan untuk Universitas Gunadarma, saya tergugah untuk turut membantu si Admin dari gunadarma dalam mengamankan sistem kampus dari serangan Hacker/Cracker/Attacker yang tidak bertanggung jawab. Attacker bisa saja menyerang kampus ini suatu saat karena banyak sekali celah - celah keamanan yang tidak di tutup oleh admin dari kampus ini.
Walau sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada korban akibat ulah Attacker.

Tapi ini suatu hal yang berbahaya!!!??? baik untuk Gunadarma dari segi keamanan atau pun untuk mahasiswa.

Pasalnya sang admin dapat dibuat tidak berkutik dan tidak berdaya kalau para attacker tau celah ini, karena attacker dapat melakukan aksi ini dengan sangat cepat, anonymouse, pada waktu yang tidak tertentu(bebas).

Dari pengamatan saya, Hacker jahat/Attacker dapat melakukan serangan dengan model DIRECT ataupun RANDOM terhadap account mahasiswa & dosen UG.

Serangan dapat dilakukan dengan :

Jumlah Attacker: 1-2 orang
Teknik Serangan: Social Engineering , Session Hijacking, SQL injection, Brute Force.
Target: Account mahasiswa, dosen & staf.
Titik serangan: Pada Jam masuk kuliah 08.00-15.00 WICC (Waktu Izul Cyber Cafe).

Berdasarkan pecobaan langsung yang saya lakukan terhadap account saya sendiri di Gunadarma.

Account yang dapat di serang ialah account mahasiswa yang bernama.

S E P E D A - M O T O R

Weks..

Iya sepeda motor.

Adapun Proof of Concept dari serangan yang dilakukan attacker ialah :

[ Langkah 1 ].

Attacker masuk ke sistem kampus dengan tampang melas di alamat berikut.

http://www.ANGKOT-D11.gunadarma.ac.id /E/DPR/GD1/2/3/4/5/front_end/ PARKING_PLACE.php.

Keterangan alamat URL:
Naik ANGKOT D11, turun di Univ. Gunadarma, kampus E, melewati Halaman DPR(Dibawah Pohon Rindang) kami biasa menyebut, karena disana memang banyak pepohonan dan enak untuk duduk-duduk, lalu melewati gedung 1,2,3,4,5 baru sampai di direktori halaman belakang dan celah ada di file bernama PARKING_PLACE.php maksudnya halaman parkir.

[ Langkah 2 ].

Attacker dapat melakukan social enginering terhadap operator/low admin disanan (PAK SATPAM), tapi dengan password “SELAMAT SIANG” saja maka user bisa langsung masuk dan melihat-lihat script siapa tau ada username yang bagus/ lemah (maksud : pilih-pilih MOTOR yang keamanannya kurang).
gak nyambung social enginering pake Password!! emang ada!!!???

:)

Oke lanjut.

[ Langkah 3 ].

Memilih target yang diinginkan dari ratusan account, modal celingak-celinguk doank.
seperti yang saya tulis di atas celah yang paling lemah berada pada script di file PARKING_PLACE.php di barisan paling akhir (Lantai atas maksudnya, karena biasanya tidak ada satpam, karena satpam cuma dipintu keluar doank, nunggu ada yang ngasih uang parkir).
Huh..Dasar.

[ Langkah 4 ].

Gunakan sedikit algoritma untuk membuka kunci stang yang biasanya dikunci, setelah lalu hidupkan motor, dan turun melewati jalan berkelok2.
BRUmm…brumm…

[ Langkah 5 ].

Nah tadinya saya pikir disini yang agak merepotkan, di langkah 4 ini, yaitu bagaimana keluar dari sistem Gunadarma ini dengan membawa account yang sudah kita pecahkan algoritmanya.

Tetapi setelah saya searching dengan UNCLE GOOGLE ternyata saya menemukan banyak script untuk melakukan SQL Injection guna keluar dari sistem Gunadarma plus dengan melewati sistem keamanannya, soalnya ada Form yang harus diisi untuk dapat keluar (SATPAM).
tapi dengan modal sebaris script, yaitu dengan script berikut, script yang cukup terkenal di dunia per-HACKing & CRACKing -an.

‘RP.”=’1000′+’Terima-kasih-Pak’.

Maka setelah itu attcker bisa langsung bablas keluar melewati gerbang di depan halaman DPR(Dibawak Pohon Rindang). Tanpa perlu membersihkan jejak, tanpa perlu mengecek Log.

???

Hem.. berbahaya…!!

Yah begitulah kira -kira gambaran kejadian Serangan Pencurian sepeda motor milik mahasiswa, dosen ataupun staf Universitas Gunadarma yang dapat terjadi jika tidak diadakan pembenahan pada bagian Security dalam hal pemberian amanat atan mandat kepada PAK-SATPAM yang dengan mudah menerima uang RP.1000 DOANK untuk membiarkan motor keluar dari tempat parkir, tanpa memeriksa STNK atau SIM pengguna sepeda motor yang ingin masuk atau keluar Parkiran Motor.

Sekian teknik HACKING dari saya semoga dibaca oleh Bapak/IBU yang bertanggung jawab dalam hal ini, yang mempunyai kewajiban untuk melakukan peringatan kepada SATPAM - SATPAM yang saat ini bekerja di Kampus.

Untuk mahasiwa yang membawa Sepeda-Motor mulailah berhati-hati kalau tidak mau Account anda yang satu itu dicuri oleh Attacker/Dedemit maya yang kayak’a semakin banyak, atau mungkin gak bawa motor aja, karena harga BBM juga akan naik.

Sekiann…………..

Membuka Peluang Menyelamatkan Bangsa dari Keterpurukan Bahan Bakar

2 8 M a y 0 8

Negara dan masyarakat yang lemah, mungkin itu istilah yang pantas disematkan terhadap realitas kondisi sosial terkini bangsa kita. Kepedihan hidup seperti sudah merupakan makanan sehari-hari anak bangsa, dan terus-menerus menjadi lingkaran setan yang seakan tidak terpecahkan. Bila menilik secara seksama kepada realitas kondisi sosial bangsa kita, maka dapat diketahui bahwa permasalahan sosial yang muncul itu sebenarnya hanyalah refleksi dari lemahnya struktur negara maupun masyarakat yang menjadi tulang-belakang eksistensi bangsa. Contoh permasalahan sosial yang bisa diambil untuk melihat gambaran nyata dari pernyataan ini adalah masalah ketersediaan bahan bakar minyak tanah bagi berjalannya kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia. Penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan rumah-tangga secara langsung menciptakan situasi ketergantungan yang kuat antara rakyat Indonesia dengan bahan bakar yang bersumber dari fosil tersebut. Maka, sudah menjadi semacam kepastian bahwa ketika muncul sinyalemen dari pemerintah bahwa akan ada pengurangan jatah minyak tanah di Indonesia, ketersediaannya untuk kehidupan sehari-hari rakyat pun akan berkurang yang disertai dengan adanya harga eceran minyak tanah per-liternya yang membumbung tinggi.

Refleksi eksistensi kondisi sosial negara serta masyarakat yang lemah secara jelas terlihat di sini, pemerintah ‘memaksa’ agar masyarakat beralih menggunakan gas untuk kehidupan sehari-harinya untuk mengurangi penggunaan minyak tanah, namun penerapan kebijakan yang muncul sangat kurang memperhatikan lingkup budaya masyarakat yang masih bergantung kuat pada minyak tanah. Selain itu, kebijakan yang diterapkan dalam wujud konversi minyak tanah ke gas melalui pembagian kompor gas ke masyarakat mengesankan minimnya sosialisasi kebijakan, dan terlihat adanya model penerapan kebijakan yang bersifat ‘setengah-hati’ mengingat kompor gas yang disebarkan ke masyarakat itu penyebarannnya bersifat tidak merata serta menggunakan lapisan besi kompor yang tipis. Akibatnya bisa dilihat saat ini, masyarakat mengalami krisis energi yang kronis, belum lagi ditambah naiknya harga bahan bakar tanggal 24 Mei 2008 kemarin, masyarakat Indonesia semakin tercekik. Apakah pemerintah tidak melihat fakta bahwa masayarakat Indonesia sekarang ini nampak masih ‘termanjakan’ dengan penggunaan minyak tanah bagi keperluan rumah-tangga sehari-harinya tanpa memperlihatkan upaya yang baik secara kolektif untuk mencari bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah-tangganya.

Bila mengamati contoh permasalahan sosial yang seperti itu, nampak jelas antara negara dan masyarakat ternyata hanyalah saling melengkapi dalam kelemahannya masing-masing. Oleh karena itu, untuk mengupayakan adanya peluang bagi kemajuan bangsa ini langkah yang perlu ditempuh adalah langkah konkrit yang bisa mengarahkan bangsa ini kepada pemecahan permasalahan yang dihadapinya. Penulis secara pribadi melihat beberapa hal menarik yang mungkin menjadi pemecahan masalah terutama bahan bakar minyak seperti:

· Pengembangan bahan bakar alternatif seperti briket arang organik yang dikembangkan oleh Pak Ujang di Ciamis dengan memanfaatkan limbah sampah organik atau seseorang dari Ngawi yang mengembangkan bahan bakar yang disebut blue energy

· Khusus Jakarta yang sering mengalami macet, proyek Busway menjadi salah satu jawaban namun sosialisasi belum efektif

Selain cara di atas yaitu dengan mengatasi permasalahan bahan bakar minyak dengan IT. Well, bagaimana caranya? Menggabungkan desain tata kota dan IT untuk membangun Indonesia yang hemat energi dan hijau dengan beberapa langkah berikut :

  1. Ubah desain kota yang terpusat menjadi cluster, sebar pusat bisnis ke pinggir kota. Hal ini secara significant akan mengurangi traffic yang menuju ke pusat kota, dan dengan sendirinya akan mengurangi traffic jam (= mengurangi pemborosan bahan bakar)
  2. Insentif pengurangan pajak bagi yang membuka kantor di lokasi yang ditentukan. Hal ini akan memastikan perpindahan kantor2 dari pusat kota ke pinggiran
  3. Buat infrastruktur telekomunikasi yang bagus untuk menghubungkan semua pusat bisnis. Infrastruktur yang bagus memungkinkan setiap pelaku bisnis untuk melakukan pertemuan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi seperti TelePresence yang sanggup menangkap setiap detil suara dan gerak-gerik. Infrastruktur yang baik juga memungkinkan implementasi virtual workspace, di mana tempat kerja tidak lagi penting, karena yang terpenting adalah kontribusi pemikiran dari masing2 karyawan.


Dengan demikian, penulis berpendapat bahwa langkah-langkah inovatif seperti itu patut dikembangkan di berbagai bidang pembangunan di Indonesia, dengan melibatkan segenap komponen anak bangsa sehingga realitas kondisi sosial bangsa yang kini tengah berada dalam kondisi yang menyedihkan bisa bergeser ke realitas kondisi sosial yang baik, dimana pada realitas kondisi sosial yang baik itu terdapat hubungan antara negara dan masyarakat yang bersifat saling menguatkan (bukan malah berdemo terus-menerus tanpa berpikir mencari solusi alternatif). Mari berkarya menciptakan beragam peluang untuk kemajuan bangsa dengan apa saja kekuatan yang kita miliki.

kualitas diri mahasiswa Gunadarma

2 8 M a y 0 8

Di era teknologi sekarang ini sudah saatnya di jadikan ajang untuk aajang peningkatan kualitas diri para mahasiswa. seperti halnya pada Perguruan Tinggi Swasta yaitu Uninersitass Gunadarma. di universitas Gunadarma yang merupakan PTS terfavorit di Indonesia sudah selayaknya mencerminkan identitas Mahasiswa. karena hal ini sangat mendasar pada moraalitas mahasiswa pada kesehariiannya. dengan Kesadaran tinggi untuk menjunjung tinggi Kejujuran dan Kedisiplinan dalam segala hal. sebagai contoh di kampus Gunadarma yang sudah melaksakan tata tertib untuk tidak merokok di area Kampus. hal ini sangat kontras dengan kebiasaan mahaasiswa yang berada di kampus, dimana masih banyak mahasiswa yang masih merokok pada sarana tempat belajar yaitu di dalam Gedung. dengan demikian kita dapat berpartisipasi agar tata tertib yang sangat mendasar pada mahasiswa dapat berjalan dengan baik.

tanpa mengurangi perhatian kita kepada kepentingan lainnyaa dalam kampus ini, disini kita mencoba melihat dan menelaah bagaimana kemajuan Teknololgi mempengaruhi cara pandang Mahasiswa terhadap cara bersikap dan kemauan untuk berubah untuk meningkatkan kualitas diri. hal ini dapat di mulai dari diri sendiri . langkah riil yang dapat dilakukan mahasiswa dapat dengan cara tidak merokok pada area belajar mengajar.

selain itu, kita juga dapat menilai diri kita dari apakah kita sudah membuang samapah pada tempatnya? sangat disayangkan masih belum. hal ini sangat mendasar karena Kebersihan adalah sebagian dari iman. jika kita masih membuang sampah tidak pada tempatnya, maka itulah diri kita.lalu mengapa kemajuan teknologi saya hubungkan dengan tidak merokok dan kebersihan lingkungan? hal ini menjadi patokan apakah kita sebagai mahasiswa sudah siap untuk memasuki era globalisasi. saya mengatakan seperti ini, karena melihat mahasiwa Indonesia yang masih belum membuang sampah pada tempatnya. berbeda dengan mahasiswa Jepang yang sangat Disiplin.

untuk membangun Kompetensi Diri dan meningkatkan kulalitas diri. ayolah kita sebagai mahasiswa yang menjadi Icon PTS terfavorit dapat menjadi figur yang dapat dicontoh oleh mahasiswa yang lainnya.

salam mahasiwa..

Dampak kenaikan BBM bagi mahasiswa ekonomi lemah

2 8 M a y 0 8

Minyak mentah dunia mencapai $132 per barel, sedangkan APBN negara Indonesia untuk subsidi minyak hanya sampai $99 per barel, pemerintah cukup kewalahan, akhirnya tanggal 24 mei 2008 pukul 00:00, BBM di Indoesia naik dengan prosentasi kenaikan 28%. Hal ini yang menyebabkan kondisi cukup signifikan bagi semua lapisan masyarakat membuat gigit jari dalam kenaikan BBM ini.

Dampak kenaikan cukup menyita perhatian, khususnya masyarakat lapisan lemah, banyak diantaranya memiliki anak yang sedang meniti pendidikan di dunia perkuliahan. mereka sangat merasakan dampak kenaikan ini, cost untuk kegiatan kuliah anak mereka meningkat, sedangkan penghasilan tak ada tambahan, bisa-bisa dapur tidak mengepul asap gara-gara naiknya cost barang, jasa dan sebagainya. Jika dapur harus terpenuhi maka satu-satu jalan adalah menyiasati cost yang membengkak dengan mengurangi cost kuliah anak.

Namun disisi pola pikir mahasiswa, dengan tidak dinaikan fulus sehari-hari, membuat mereka cukup pusing juga untuk menutup kekurangan dana dalam kegiatan perkuliahan. Oleh sebab itu harus disiasati dengan mencari uang tambahan, dengan menjadi Asisten Lab, Freelance, mencari beasiswa atau lainnya.

Dengan begitu, dapur dapat ngebul truz, kebutuhan pangan terpenuhi, kuliah lancar n ga terganggu.

Mengevaluasi Kekerasan Aparat pada Mahasiswa

2 8 M a y 0 8

Salah satu peristiwa yang cukup menyita perhatian masyarakat saat ini adalah Kerusuhan UNAS. Kerusuhan yang terjadi pada Sabtu pagi, 24 Mei 2008 itu seakan menyambut keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Aksi unjuk rasa yang semula damai berubah menjadi tegang setelah polisi meminta para demonstran untuk berhenti berorasi karena masyarakat merasa terganggu untuk menunaikan shalat subuh. Namun, bukannya berhenti sejenak untuk menghormati orang yang shalat, para demonstran malah melempari aparat dengan batu, botol, dan bom molotov. Melihat situasi seperti itu, aparat pun mulai melakukan tindakan pengamanan yang sayangnya berubah menjadi penyerangan antar dua belah pihak.

Situasi yang terjadi di UNAS bukanlah yang pertama kali. Tepat 10 tahun yang lalu, gelombang unjuk rasa yang diikuti dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat juga terjadi. Peristiwa yang berbuntut panjang menjadi kasus HAM berat dan memakan korban jiwa tersebut telah menjadi catatan buruk aparat kepolisian di awal era reformasi. Namun, peristiwa berdarah itu tidak membuat unjuk rasa menjadi sesuatu yang ditakuti. Malahan, semakin banyak aksi-aksi lainnya digelar.

Lalu muncul pertanyaan, apa yang menyebabkan kebanyakan aksi unjuk rasa berujung kepada kericuhan? Untuk bisa menjawabnya, kita harus memosisikan diri kita sebagai aparat dan juga mahasiswa sebagai aktor utama unjuk rasa.

Pertama, sebagai aparat. Tugas utama mereka adalah menjaga keamanan jalannya demonstrasi agar tetap berjalan tertib, aman, dan terkendali. Mereka dibebankan tanggung jawab yang sangat besar di lapangan. Tentu saja ada konsekuensi tersendiri pada aparat yang bersangkutan apabila gagal dalam menjaga keamanan jalannya demonstrasi. Memiliki beban seperti itu, aparat pun terkadang (belakangan malah sering) bertindak kasar dan membabi buta kepada para demonstran. Namun, apakah harus sampai memukul, menendang, atau bahkan menembaki (seperti pada tragedi trisakti)? Mungkin aparat yang berperilaku seperti itu adalah aparat yang tidak dapat menahan emosi atau bahkan sedang dalam kondisi tertekan (stress atau sakit). Positive thinking lah… ;D

Kedua, sebagai mahasiswa. Sebagai elemen masyarakat dan motor reformasi, mereka juga turut merasakan dampak dari keputusan-keputusan pemerintah. Seperti halnya rakyat lain, mahasiswa juga merasa keputusan pemerintah banyak yang tidak memihak rakyat. Seperti keputusan untuk menaikkan BBM, bisa dibayangkan akan betapa sulitnya kehidupan mereka mulai dari naiknya biaya transportasi, harga bahan kebutuhan pokok, dan naiknya biaya pendidikan. Dan sialnya lagi, hampir semua aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa tidak mampu mengubah keputusan pemerintah. Pemerintah tidak pernah menganulir keputusan-keputusannya (paling-paling hanya menunda).

Mungkin saja sesaat sebelum bentrokan terjadi, mahasiswa merasa terusik dengan “usiran” atau apapun namanya yang dilakukan oleh aparat. Ibaratnya: “lagi enak-enak demo kok malah diusir dan disuruh bubar?” namun sebaliknya aparat merasa aksi mereka sudah di luar toleransi sehingga sudah waktunya dibubarkan. Dan akhirnya terjadi kesalahpahaman sehingga berbuntut pada bentrokan.

Beberapa solusi yang mungkin untuk menyikapi keadaan ini adalah perlunya pembekalan mental dan penyuluhan moral kepada para aparat. Seperti yang telah kita ketahui, aparat juga adalah pekerja yang terkadang sedang mengalami masalah pribadi atau masalah lainnya. Pembekalan mental bisa berupa training, seperti ESQ atau training self-development lainnya sehingga mereka dibekali oleh kemampuan untuk mengendalikan diri dan emosi saat bertugas.

Untuk mahasiswa, sebagai manusia yang sedang mengalami “pergolakan” mental dan emosi mereka juga harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri. Inilah saatnya untuk mengamalkan mata kuliah seperti Kewarganegaraan atau Kewiraan. Banyak nilai-nilai yang bisa diamalkan di kedua mata kuliah itu, dan memang itu tujuan utamanya. Jadi, jangan hanya dihafal dan asal dipakai untuk mendapatkan nilai ujian saja.

Pendidikan Tonggak Dasar Menuju Kebangkitan Bangsa

2 8 M a y 0 8

Mahasiswa Program Sarjana S1 Universitas Gunadarma

M.Maulana Ardiantara

Mengingat 100 Tahun kebangkitan nasional, tidak dapat dipungkiri bahwa dasar suatu bangsa bangkit berasal
dari pendidikan yang memadai. Secara garis besar hal ini merupakan hakekat yang harus dipenuhi, karena ketidakmerataan suatu pendidikan akan membuat ketimpangan dari semua sisi kehidupan, baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi, politik,serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu, permasalahan sosial yang berada di bangsa ini tidak akan dapat terlepaskan jika pendidikan di Indonesia tidak merata. Saat ini penyelenggaraan pendidikan masih kurang diperhatikan, realita atau kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa begitu timpangnya. Dari sisi pemerintah sendiri pun belum dapat memenuhi anggaran pendidikan berdasarkan undang-undang sebesar 20 persen, seandainya hal ini dapat di realisasikan kemungkinan pelaksanaan pendidikan akan lebih memadai di seluruh indonesia. Dari segi civitas sendiri, masih kurangnya perguruan tinggi di indonesia yang menerapkan pentingnya pelaksanaan peneilitian dan riset sebagai media yang nantinya digunakan didalam pengabdian masyarakat.

Semoga,dengan lebih memperhatikan pendidikan baik pemerintah, masyarakat, dan kaum cendikia mahasiswa kita semua berharap kebangkitan bangsa dapat terwujudkan.
Maju terus bangsaku.. “Bangsa Indonesia!!” ^^

Kejujuran dan Keberanian diantara Pihak Mahasiswa dan Universitas

2 8 M a y 0 8

Ketidakcocokan antara pihak mahasiswa dan universitas acap kali sering menjadi kendala didalam kehidupan perkuliahan. Hal ini umumnya disebabkan ketakutan bahkan ancaman yang diterima atapun diberikan baik dalam pihak mahasiswa ataupun universitas. Kebisuan atau ketidakingintahuan dalam masalah yang ada serta ditutup-tutupi menjadi pilihan utama yang dipilih. Hal ini sangat terlihat jelas bahwa sifat kejujuran dan keberanian diantara kedua pihak amatlah minim.

Tindakan akan kejujuran dan keberanian amat besar kemungkinannya untuk dihindari dalam menyelesaikan suatu masalah antara kedua belah pihak tersebut. Selain itu, keuntungan ataupun kerugian umumnya menjadi kunci utama sebagai senjata masing-masing pihak.

Mengutarakan aspirasi pada umumnya dilakukan oleh mahasiswa kepada pihak universitas acap kali jarang didengarkan. Bahkan, sarana untuk memfasilitasi aspirasi akan ketidaknyamanan dalam perkuliahan pun sangatlah minim ditemukan di universitas. Oleh karena itu, demonstrasi merupakan salah satu cara yang dipilih oleh para mahasiswa untuk mengutarakan aspirasinya. Namun, adakalanya demonstrasi pun dihiraukan oleh pihak universitas.

Disamping itu, kebijaksanaan dan kesepakatan yang menjunjung tinggi asas kejujuran dan keberanian akan mana yang benar dan mana yang salah sering kali dilupakan. Untuk itu, sebagai mahasiswa yang merupakan anak bangsa harus berani mengutarakan kebenaran. Disamping itu, pihak universitas pun diharapkan mau mendengarkan aspirasi dari mahasiswa ataupun pihak yang tertindas, paling tidak ada dosen yang dapat menerima hal ini.

Saya berharap, sifat kejujuran dan keberanian diantara kedua belah pihak ditanamkan dengan keras apalagi pada diri masing-masing agar semakin berkurangnya pihak yang menindas dan tertintas.

UG Quick Blogging

2 8 M a y 0 8

Tema:
“Permasalahan Sosial dalam Perspektif Mahasiswa”

Komponen Penilaian:
1. Bahasa populer sesuai dengan bahasa komunitas blogger
2. Alur cerita: masalah yang diangkat, keaktualan, dan urgensi masalah,
usulan solusi.

Penulisan blog langsung dilakukan di blog wirausaha pada alamat :http://wirausaha.blog.gunadarma.ac.id, dengan login menggunakan account studentsite peserta yang sudah mendaftar

Tata cara upload :
1. Setelah login dengan menggunakan dengan mengklik “Log in” pada bagian kiri bawah situs, klik link “Write A New Post”.
2. Tulis judul hasil design anda di kolom “Title”
3. Tulis isi penulisan anda di bagian “Post”
4. Setelah selesai selesai melakukan pengisian, klik “Publish” yang berada pada sisi kanan kolom “Post”.

Selamat Berlomba ..